Tentang 30 Hari Cerita Cinta

Showing posts with label Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku. Show all posts
Showing posts with label Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku. Show all posts

13 October 2011

Sebuah Pelajaran Yang Berharga #Tamat

Dua bulan Aku menjalin kasih dengan Winda. Sungguh Aku masih belum menyangka karena bisa mendapatkan dan menjalin kasih dengan wanita tercantik di kampusku. Sejauh ini hubunganku dengannya baik-baik saja walaupun ada batu-batu kecil yang menghalangi di perjalanan cintaku dengan Winda. Banyak rintangan yang menerjang hubungan kami berdua. Tapi bagiku, apapun rintangannya yang menerjang hubunganku dengan Winda tetap Aku dengan tenang dan sabar.

Pada suatu saat di bulan ke-3 hubunganku dengan Winda, Aku merasakan hal-hal yang mengganjal di antara Aku dan Winda. Dia tidak membalas messenggerku maupun menjawab telepon dariku. Terus saja Aku melakukan kontak dengan Winda. Saat Aku menemuinya di kampus, dia spontan saja menghindariku. Dibingungkan dengan sikap Winda kepadaku, Aku menelusuri apa yang sebenarnya terjadi dengan Winda dan hubunganku dengan Windanya sendiri. Aku berusaha mencari tahu dengan apa yang terjadi antara kita berdua. Ternyata saat kutelusuri lebih lanjut, dia sudah mempunyai pacar baru. Sungguh saat Aku mengetahui itu hatiku langsung hancur berkeping-keping. Kesal, sedih, dan emosi-emosi yang lain meracuni hati dan pikiranku. Saat itu Aku langsung tidak melakukan kontak lagi dengan Winda dan tidak akan menemuinya lagi saat di kampus karena betapa emosinya diriku saat mengetahui Winda sudah mempunyai kekasih selain Aku. Aku merasa dikhianati olehnya dan berpikir betapa bodohnya Aku menjalin kasih dengan wanita yang sudah mengkhianati hatiku. Sampai suatu saat Aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Winda dan memberitahukan kepadanya bahwa hubungan kita berakhir. Tak ada respon darinya. Sungguh Aku kesal dan emosi yang tinggi akan sikap dari Winda itu. Namun Aku pun berpikir lagi dengan sikapku yang terlewat emosi tidak seperti Aku yang biasanya. "Buat apa Aku sesali hubunganku yang denga Winda kalau itu semua sudah terjadi, biarkan itu berlalu dan jadikanlah sebuah pelajaran." Kemudian Aku pun mencoba melupakannya dengan cara apapun.

Empat bulan berlalu saat berhubunganku dengan Winda berakhir. Aku terus mencoba melupakan kenangan-kenangan terindahku saat menjalin hubungan dengan Winda. Awalnya sulit untuk melupakannya, tetapi mau tidak mau Aku harus melakukan itu karena Aku tidak mau terus larut dalam kesedihan akan perjalanan cintaku. Saat itu Aku belum merasakan trauma akan cinta, termasuk saat cintaku dengan Winda yang kandas karena dia telah mengkhianatiku. Aku terus berjuang dengan sebongkah hatiku, mencari cintaku yang sesungguhnya.

Waktu yang panjang dan lama untuk mencari dan terus mencari cintaku. Tujuh bulan Aku berjuang dengan sebongkah hatiku melakukan perjalanan cinta yang panjang untuk mencari seseorang yang mau menerima cintaku apa adanya. Tetapi di sepanjang perjalanan cintaku, tidak ada satupun yang menerima perasaan cintaku kepada mereka. Di sepanjang perjalanan cintaku selama tujuh bulan ini, lima wanita menolak cintaku dengan alasan yang berbeda-beda. Sungguh perjalanan dan pengalaman cinta yang sangat buruk dan menyakitkan untukku. Hatiku yang tak kuasa menahan rasa sakit akan cinta dan menjerit-jerit di dalam jiwaku. Aku pun turut larut dalam kesedihan karena cinta bersama sebongkah hatiku. 

Aku mulai frustasi karena cinta. Cinta membuat hidupku berantakan, tak terkendali, dan hal-hal lain yang merusak pikiran dan jiwaku. Apalah arti perjuangan cintaku selama ini? Yang ada hanyalah membuang-buang waktuku saja. Keputusasaanku mengacaukan pikiranku ini, sampai hingga suatu saat Aku berniat ingin bunuh diri hanya karena cinta terlebih karena belum mendapatkan seorang wanita yang benar-benar mencintaiku apa adanya. Tapi hatiku berbicara sesuatu tentang pengalaman cintaku selama ini. Mungkin ini jalan terbaik yang diberikan oleh Tuhan kepadaku supaya Aku akan belajar dari pengalaman-pengalaman yang Aku alami saat berjuang untuk mendapatkan cinta sejati. Buat apa Aku bunuh diri hanya karena cinta? Aku masih mempunyai Tuhan, keluarga yang mencintaiku apa adanya, teman yang setia denganku, dan banyak lagi orang-orang terdekatku yang masih memperhatikan dan peduli terhadapku. Pikiran yang dewasa ini membuatku tersenyum kembali dan membangkitkan semangatku agar tidak larut dalam kesedihan yang berkepanjangan.

Sekarang Aku sudah bisa berpikir jernih dan lebih dewasa tentang cinta. Hatiku sudah tujuh kali lebih kuat dari sebelumnya karena Aku sudah mengerti apa arti cinta yang sebenarnya. Aku pun sudah banyak belajar dari pengalaman-pengalamanku yang sebelumnya. Perjalanan cintaku tak berhenti sampai sini, Aku terus berjuang bersama sebongkah hatiku ini dan Aku yakin pada suatu saat nanti, Aku akan mendapatkan cintaku yang sebenarnya :)




~ (oleh @Damas_kecil)

12 October 2011

Awal Perjalanan Manis Kisah Cintaku


Kisah perjalanan untuk mendekati Winda pun berlanjut lewat messenger. Entah kenapa dia merasa senang jika Aku berada di dekatnya. Saat itu Aku belum merasakan hal yang aneh, yang Aku rasakan hanyalah sebuah pikiran positif bahwa Winda mau menerimaku sebagai kekasihnya. Ya semenjak dia memenangkan perlombaan kontes menulis di kampusku, Aku merasa semakin lebih dekat dengannya begitupun dengan Winda kepadaku (pikirku begitu). Aku sudah melakukan pendekatan ke Winda sejak 2 minggu yang lalu. Banyak hal yang kita bicarakan lewat messengger, kebanyakan Aku memberikannya sebuah syair kepadanya. Dia suka saat Aku memberikan sebuah syair untuknya. Dia mengatakan bahwa Aku adalah pria romantis, otomatis Aku merasa sangat senang dan bahagia. "Jarang-jarang wanita yang secantik Winda memujiku" pikirku sambil tersipu malu. Pendekatanku tidak hanya lewat messenger, komunikasi via telepon menjadi alternatif yang lain untuk melakukan pendekatan ke Winda. Namun di sini Aku tidak meminta nomor telepon lebih dulu kepada Winda, melainkan Windanya sendiri yang memberikan nomor telepon kepadaku. Saat itu Aku merasa tercengang dan bingung. Lalu timbul pertanyaan di kepalaku "Kenapa dia memberikan nomor teleponnya duluan kepadaku, biasanya saat Aku melakukan sebuah pendekatan kepada seorang wanita, Aku yang inisiatif meminta nomor telepon kepada si Wanita tersebut. Apakah Winda benar-benar suka kepadaku?" saat muncul kata-kata 'Winda suka kepadaku' di pikiranku, Aku senang sambil tersipu malu. Kemudian Aku melakukan komunikasi dengan Winda via telepon. Di saat Aku mendengar suaranya pertama kali lewat telepon, suaranya indah dan manis. Begitu lembut lengkap menghiasi wajahnya yang cantik nan anggun. Jujur Aku tidak bisa berkata-kata saat mendengar suaranya Winda. Tercengang, kagum, serta banyak hal lain yang tidak bisa diungkapkan saat mendengar suara Winda lewat telepon. Di saat momen-momen yang indah ini, inisiatifku merangsang otakku untuk menimbulkan suatu pikiran. Lalu Aku pun berpikir untuk mengajaknya jalan-jalan pada suatu hari. Dengan tanggap dan rasa percaya diriku tanpa menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Aku mengajak Winda untuk 'Hang Out' pada suatu malam. Dia menerima ajakannku untuk 'Hang Out' pada suatu malam. Kemudian Aku pun menunggu malam itu tiba saat Aku 'Hang Out' bersama seorang bidadari kampusku.

Saat malam itu tiba di mana Aku akan 'Hang Out' bersama Winda, jujur Aku sangat gugup sekali. Tidak segugup saat Aku berjalan dengan Karin. Masalahnya Aku 'Hang Out' bersama seorang wanita tercantik di kampusku. Kemudian Aku pun bertemu dengan Winda dan langsung melanjutkan perjalanan ke taman kecil yang tidak jauh berada dari rumah Winda. Se-sampainya di taman Aku pun membelikan sebuah jagung hangat untuk kami berdua. Senyuman dari wajahnya kepadaku membuat Aku merasa senang dan nyaman berada di dekat Winda. Kemudian Aku dan Winda pun mencari bangku taman untuk duduk karena sudah lelah berjalan. Saat itu Aku buka perbincangan dengan Winda. Aku dan Winda saling menceritakan kisah cintanya satu sama lainnya. Mulai dariku yang begitu awamnya dengan perjalanan-perjalanan cintaku dan kejadian-kejadian yang menimpa diriku saat Aku berjuang bersama sebongkah hatiku. Saat Aku menanyakan bagaimana perjalanan cintanya, dia terdiam dengan ekspresi wajah yang menunjukan kesedihan. Kemudian dia menceritakan bahwa dia baru saja putus dengan pacarnya. Kemudian dia menangis tersedu-sedu di pundakku. Otomatis Aku pun kaget saat dia melakukan itu kepadaku. Jantungku berdegup sangat sangat cepat karena dia melakukan hal itu kepadaku. Lalu Aku mencoba untuk menenangkan Winda. Saat itu dia mengatakan bahwa dia merasa lebih nyaman jika Aku berada didekatnya. Aku berpikir dengan jantung yang berdegup sangat kencang "Apakah ini sinyal dari dia untukku agar menjadikan Winda sebagai kekasihku?" Saat jam menunjukan pukul 22.00 Aku mengajak dan mengantarkan Winda untuk pulang ke rumah. Sungguh malam yang indah dan nyaman bagiku bersama bidadari kampusku.

Setelah melakukan pendekatan selama dua bulan Aku pun secara langsung mengungkapkan perasaanku kepadanya. Saat Aku berada di kampus, Aku menemukan dia sendiri berada di kantin dan dengan sigap Aku langsung menghampirinya. Dengan memakai basa basi sedikit langsung saja Aku mengungkapkan perasaanku kepada Winda. Dia tersenyum kepadaku, semakin Aku penasaran bercampur gugup saat dia memberikan senyuman kepadaku. Pikirku dia akan menerimaku sebagai kekasihnya. Ternyata apa yang Aku pikirkan benar adanya. Dia menerimaku sebagai kekasihnya. Aku pun merasa sangat senang.

Kemudian kisah cintaku dari sini berlanjut...


~ (oleh @Damas_kecil)

29 September 2011

Hatiku Menemukan Cintanya (lagi)

 
Berlanjut ke sebuah messenger, Aku membantu Winda dalam pembenahan naskah narasi kepunyaannya. Cukup banyak pembenahan yang aku berikan terhadap naskah narasi Winda. Saat itu Aku semakin merasakan cinta yang bergetar di hatiku. Siapa sih pria yang tidak mempunyai rasa suka kepada Winda akan kecantikannya? Sulit untuk di ungkapkan karena Aku masih terlalu pesimis karena Winda adalah wanita yang bisa dibilang high-class. Tapi yang jelas Aku tidak menyerah begitu saja karena benih-benih cinta sudah terlanjur tertanam di hatiku untuk Winda. Ku coba mendekatinya pelan-pelan, dengan tenang sejalan dengan arus yang mengalir di antara waktu-waktu yang berlalu. Aku tidak tau apakah Winda menyadari bahwa Aku mempunyai rasa kepadanya, yang jelas suatu saat Aku akan mengungkapkannya.

Saat H-2 sebelum kontes menulis di kampusku di mulai. Aku bertemu dengan Winda di perpustakan kampusku untuk melakukan pembenahan kembali dan memastikan apakah naskah narasi Winda yang di berikan sedikit pembenahan olehku layak untuk menjadi yang terbaik di antara peserta-peserta lomba lainnya. Jam 15.00 Aku bertemu dengan Winda. Kemudian Winda memberikan naskahnya kepadaku untuk melakukan pembenahan kembali. Saat Aku berada di dekatnya, jantungku berdetak lebih kencang, debit darah yang mengalir di jantungku semakin banyak, sungguh Aku merasa nervous berada di dekatnnya. Melihat Aku nervous berada di dekat Winda, Winda bertanya bingung denganku karena melihat sikapku yang nervous di dekat Winda. Kemudian Aku menjawab pertanyaan Winda dengan alasan yang berbeda dengan apa yang Aku rasakan. Lalu Aku memecah suasana dengan mengajaknya berbincang-bincang kecil. Responnya baik dari Windanya sendiri, terkadang dia tertawa kecil saat Aku melakukan perbincangan Absurd. Memang beginilah sikap bicaraku. Saat Aku melihat tatapan matanya, Aku rasa dia wanita yang baik. Pembenahan terhadap naskah Winda selesai di lakukan, Aku menawarkan Winda untuk pulang bersamaku. Jantungku makin bergenderang kencang saat dia menerima ajakanku untuk pulang bersamaku. Sungguh tak disangka, Aku bisa menemani seorang yang begitu cantik jelita untuk pulang ke rumahnya. Seperti yang dilakukan di perpustakan tadi, Aku memecah suasana dengan berbincang-bincang kecil dengannya. Sesampainya di rumahnya, Winda mengucapkan terima kasih kepadaku karena sudah mengantarnya pulang dan membantunya saat melakukan pembenahan terhadap naskah narasinya yang akan di ikutsertakan dalam sebuah kontes menulis di kampusku.

Hari H pun tiba di mana kontes menulis di kampusku. Sebelum lomba di mulai Aku bertemu dengan Winda dan memberikan ucapan yang membangkitkan semangat Winda. Saat lomba di mulai Aku memantau Winda dan berharap semoga Winda bisa meraih juara dalam kontes ini. Selesai kontes ini dia mengatakan bahwa pengumuman pemenangnya akan di umumkan besok. Dengan senyumku Aku mengatakan kepadanya untuk selalu optimis dan berdoa agar bisa memenangkan kontes ini.

Tiba hari esok saat pengumuman akan di umumkan. Winda merasa gugup tapi Aku selalu memberikan semangat kecil kepadanya. Pengumuman juara pun di umumkan. Winda meraih juara 1 dalam kontes tersebut, betapa senangnya Winda mendengar itu. Penghargaan juara diberikan oleh panitia kepada Winda. Lalu dia menghampiriku dengan senyuman manis di wajahnya sambil mengenggam tanganku dengan erat karena senang bisa menang kontes menulis di kampusku. Tak henti-hentinya dia mengucapkan terima kasih kepadaku karena sudah banyak membantunya. Jelas kesenangan yang dirasakan Winda ikut Aku rasakan. Kesenangan Winda terus di tunjukan Winda kepadaku. Moment-moment itu akan Aku gunakan sebaik-baiknya untuk melakukan pendekatan lebih lanjut dengan Winda.

Kemudian pendekatanku kepada Winda berlanjut lewat messenger…

~ (oleh @Damas_kecil)

22 September 2011

Hatiku Yang Baru

Tiga setengah bulan berlalu, Aku melanjutkan perjuangan mencari cintaku bersama sebongkah hatiku yang sedikit rusak karena goresan batu karang yang pada akhirnya batu karang itu memisahkan antara Aku dan dia. Jujur di dalam lubuk hatiku, Aku masih merindukan Karin. Sulit untuk melupakannya. Selain dia first love-ku, Aku sudah banyak melakukan banyak hal yang membuatku bahagia bersamanya. Namun mau tidak mau Aku harus melupakan Karin (dalam artian aku tidak lagi mengejar Karin sebagai cintaku). Aku terus menahan rasa sakit yang berkepanjangan ini dengan mencari lagi sesosok wanita yang bisa menjadi cintaku.

Di sabtu siang yang terik, Aku berada di kantin untuk makan siang. Makan siang seorang diri seperti biasanya. Lalu ada seorang wanita menghampiriku. Saat Aku lihat wajahnya Aku langsung kaget bukan kepalang, jarang-jarang wanita cantik menghampiriku. Setelah lebih jelas melihat wajahnya Aku kenal wanita yang menghampiriku ini. Dia adalah Winda, mahasiswa fakultas ekonomi di kampusku. Bagaimana tidak aku mengenalnya, dia salah satu wanita tercantik di kampusku. Aku bingung kenapa dia menghampiriku. Kemudian dia menjelaskan maksud tujuan dia menghampiriku. Dia meminta bantuanku untuk membuat sebuah narasi karena dia akan ikut dalam kontes menulis di kampusku. Lalu Aku bantu dia dalam pengunaan kata, bahasa, dan lain lain. Saat waktu yang membatasi antara Aku dan Winda, dia pun memberikan alamat messengernya kepadaku untuk melanjutkan percakapan ini dan membantunya nanti malam dalam pembuatan narasi Winda yang akan diikutsertakannya dalam kontes menulis di kampusku. Saat Aku hendak meninggalkannya, dia memanggil namaku dan mengucapkan terima kasih karena sudah membantunya, tak lepas senyum indah yang ada di bibirnya. Aku pun hanya membalasnya dengan senyuman tanpa bisa berkata apa-apa.

Aku terpana dengan kecantikannya, bergetar hatiku untuk mencoba lebih dekat dan menjadikannya seorang pacar. Tapi ada hal yang membuatku tertunduk, bagaimana mungkin Aku mendekatinya dan menjadikan dia seorang pacar untukku, secara dia banyak lelaki yang mengejarnya dan banyak juga lelaki yang di tolak oleh dia. Namun entah kenapa hatiku bertolak belakang dengan pikiranku. Pikiranku mengatakan "Tidak usah mendekati wanita yang bernama winda" sedangkan hatiku mengatakan "Dekati saja Winda". Lalu Aku ikuti kata hatiku dan menghiraukan pikiranku.

Aku berusaha untuk mencoba kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Winda dengan cara membantunya …


~ (oleh @Damas_kecil)

19 September 2011

Sebuah Jawaban

Karin pun menjawab pernyataan cintaku. Aku terdiam namun di dalam hatiku berjerit, hancur berkeping-keping setelah mendengar jawaban dari Karin. Untuk pertama kalinya Aku merasakan sakit hati yang cukup mendalam. Memang Aku baru merasakan cinta baru sekali. Dia menjawab "Maaf Adi, Aku tidak bisa menerima cintamu. Sebenarnya aku sudah mempunyai kekasih saat kita melakukan lost contact. Aku bukan bermaksud untuk menyakitimu Adi.. Sekali lagi maaf Adi" Dia terus meminta maaf kepadaku. Aku masih terdiam, membisu seakan Aku tidak mau berbicara lagi dengannya. Kemudian Aku memasang senyum palsu, berusaha menahan rasa sakit yang ada di hatiku. Lalu Aku mulai mencoba berbicara "Tidak apa-apa Karin mungkin Aku belum bisa menjadi yang terbaik untukmu." Lalu dia memegang tanganku seraya berkata "Engga Adi, justru kamu udah terlalu baik sama Aku, kamu cowo yang baik, setia, serta jujur. Aku yakin kamu bakal mendapatkan yang lebih baik dari Aku. Sekali lagi maaf Adi." Dia terus saja meminta maaf kepadaku. Aku terus memasang senyum kepadanya sambil mengulang perkataanku yang sebelumnya "Tidak apa-apa Karin… Aku sudah memaafkanmu kok." Saat sudah mendapatkan jawaban dari Karin terhadap pernyataan cintaku, Aku mengantarnya pulang.

Aku mencoba tegar karena sebuah jawaban yang cukup menyakitkan hatiku. "Oh ini yang namanya sakit hati karena sebuah cinta." Pikirku sambil menahan rasa sakit yang cukup mendalam di hatiku. Aku terus mencoba untuk menghilangkan rasa sakit yang ada di hatiku.

Ini baru awal dari kehidupan cintaku. Mungkin masih banyak hal-hal lain yang belum aku rasakan di kehidupan cintaku ini. Sejak saat itu, Aku tidak akan melupakan cinta pertamaku walaupun rasanya sakit saat menyatakan cintaku kepada seseorang yang menjadi cinta pertamaku.

Kemudian Aku kembali melanjutkan perjalanan cintaku bersama sebongkah hatiku …


~ (oleh @Damas_kecil)

17 September 2011

Saat-Saat Menegangkan

Empat bulan sudah aku melakukan pendekatan dengan Karin. Tidak selalu pendekatanku berjalan mulus, Terkadang ada batu sandungan yang menghalangiku. Tapi dengan kesabaranku semua batu sandungan itu kubiarkan berlalu.

Saat masa-masa pendekatan di bulan ke empat ini, tiba-tiba saja Aku lost contact dengan Karin. Tiga hari Aku lost contact dengannya. Tidak ada messenger maupun telpon yang masuk. Saat Aku mencoba untuk menghubunginya, tidak ada sambungan alias tidak ada yang menjawab telpon Karin. Rasa curigaku belum muncul di hati dan pikiranku tetapi Aku merasa khawatir akan keadaan dia. Di hari ke-5 Aku pun tersambung lagi dengannya. Permintaan maaf Karin kepadaku pun terlontar dari pesan messengernya. Dia meminta maaf karena sudah lima hari lost contact denganku. Saat itu aku mencoba untuk menghubungi Karin. Sama seperti hal-nya di messenger dia pun meminta maaf karena sudah lima hari lost contact denganku. Permintaan maafnya ku-kabulkan dan kami pun saling kontak mengontak dengan normal lagi.

Pada saat itu Aku berpikir "Sudah saatnya Aku menyatakan rasa cintaku kepada Karin. Sudah empat bulan aku melakukan usaha pendekatan kepadanya" Lalu Aku mengajaknya untuk bertemu pada malam minggu, terhitung tiga hari saat dia meminta maaf kepadaku.

Malam minggu pun itu tiba. Aku langsung bergegas menuju rumah Karin. Di dalam perjalanan menuju rumah Karin, rasa gugup dan takut pun menghantui diriku, takut akan ditolaknya cintaku. Namun aku mencoba menghilangkan rasa takut dan gugup itu di dalam pikiranku. Sesampainya di rumah Karin, Aku pun menjemputnya dan mengajaknya ke pantai tempat dulu Aku dan Karin berjalan-jalan malam. Inilah saat-saat menegangkan dalam kehidupan cintaku. Ini pertama kalinya Aku menyatakan cinta kepada seseorang yang Aku suka. Tanpa basa basi Aku pun menyatakan cinta kepada Karin. Setelah mendengar pernyataan cintaku kepada Karin, dia pun terdiam cukup lama. Aku pun menunggu, menunggu sampai dia menjawab pernyataan cintaku kepadanya. Setelah jeda yang cukup lama Karin pun menjawab pernyataan cintaku kepadanya …


~ (oleh @Damas_kecil)

16 September 2011

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Masa-Masa Indah Bersamanya

Satu minggu sudah Aku dan Karin saling akrab dan mengenal satu sama lainnya. Berbagai macam pembicaraan mulai dari yang serius sampai pembicaraan yang absurd kami bicarakan lewat messenger. Tak henti-hentinya Aku selalu tersenyum saat mendapat balasan messenger darinya. Semakin Aku merasa suka kepadanya. Sesekalinya Aku berpikir, "apakah dia merasakan hal yang sama seperti yang terjadi pada diriku ini?"

Tiba-tiba timbul di pikiranku untuk meminta nomor telpon kepadanya. Saat itulah juga aku memberanikan diri untuk meminta nomor telpon kepadanya, karena selama seminggu yang Aku lewati bersamanya belum sekalipun Aku menelpon Karin. Setelah Aku mendapatkan nomor telpon dia, secara reflek otakku bekerja dan memberikan perintah kepada tanganku untuk menghubungi Karin. Dengan rasa gugup Aku menghubungi Karin dan apa yang terjadi setelah itu? Ya sama seperti hal-nya di messenger, Aku dan Karin membicarakan hal-hal yang serius sampai hal-hal yang absurd tapi bedanya aku mendengarkan alunan lembut suaranya. Pertama kalinya aku mendengarkan suara Karin lewat telpon. Entah kenapa Aku gugup saat berbicara dengannya via telpon. Apa karena suara indahnya yang terdengar olehku lewat telpon atau hal-hal lain yang tak bisa kusebutkan? Hmm, aku tidak mau memikirkan hal itu dan mencoba menghilangkan rasa gugupku yang ada di dalam diriku.

Saat mengakhiri pembicaraan Aku dengan Karin via telpon, rasanya senang bercampur sedih. Senangnya aku bisa berbicara dengan Karin lewat telpon dan mendengarkan suara indahnya. Sedihnya saat aku sudah tidak berbicara langsung dan mendengarkan suara indah Karin lagi.

Tiga minggu berlalu, suasana akrab masih menyelimuti Aku dan Karin. Kemudian Aku berpikir lagi "Sudah tiga minggu Aku dan Karin diselimuti suasana akrab seperti ini, kenapa Aku tidak mengajaknya berpergian ke suatu tempat.. Pasti menyenangkan." Lalu Aku memberanikan diriku kembali untuk mengajak dia berpergian. Lewat messenger pun aku mengajak dia untuk berpergian ke suatu tempat. Betapa girangnya diriku saat dia menerima ajakanku untuk pergi ke suatu tempat.

Pada sabtu malam, Aku menjemputnya Karin di rumahnya. Aku pun mengajaknya ke sebuah restoran pinggir pantai. Sesampainya di sana, Aku mengajak Karin untuk makan malam. Tak terhindarkan suasana makan malam yang romantis pun tercipta di restoran itu. Tenang dan damai. Seusai makan malam di restoran itu, Aku mengajak Karin untuk berjalan malam di sekitar pinggir pantai. Masih dalam topik pembicaraan yang sama antara Aku dan Karin dari hal yang serius sampai hal yang absurd. Tawa dan canda menghangatkan suasana malam minggu yang dingin. Suhu udara sekitar pantai mulai menusuk tubuh kita berdua. Merasa Karin kedinginan, Aku pun memberikan dan memakaikan jaketku kepadanya untuk menghangatkan tubuhnya. Dia pun mengucapkan terima kasih dan melemparkan senyum kepadaku karena sudah meminjamkan jaketku kepadanya.

Jam 22.00 tergambar di jam tanganku. Aku pun mengantarkan Karin kerumahnya. Sesampainya di rumah Karin, dia pun mengucapkan terima kasih kepadaku karena sudah menemani dia di malam minggu dan sudah meminjamkan jaketku kepadanya guna untuk menghangatkan tubuhnya dari dinginnya udara sekitar pantai tadi. Setelah mengantarkan Karin pulang, Aku pun pulang ke rumah. Sungguh malam minggu yang indah kujalani bersama Karin.

Betapa senangnya Aku bisa mengenal Karin …


~ (oleh @Damas_kecil)

15 September 2011

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Pendekatan Pertamaku

Pendekatan Pertamaku



Hari esok yang kutunggu pun datang. Rasa gugup pun mulai muncul dan menghantui benak hatiku. Aku berpikir "kenapa aku merasa segugup ini? Padahal aku kan baru sekalinya bertemu dengan dia." Lalu Aku mencoba hilangkan pikiran dan rasa gugup yang ada di benak hatiku itu.

Tepat pukul 15.00 tergambar di jam tanganku. Aku segera bergegas ke perpustakaan di kampusku. Di dalam perjalanan menuju perpustakaan di kampusku, Aku pun masih terus dihantui rasa gugup walaupun Aku mencoba menghilangkan rasa gugup tersebut dengan segala usahaku. Sesampainya di perpustakaan, Aku duduk menunggu dan terus menunggu. Setengah jam pun berlalu dan aku masih terus menunggu karena hanya ingin tahu siapa nama wanita cantik yang ku temui kemarin di sini. Terlalu lama menunggu, rasa putus asa-ku mulai datang tetapi hatiku tetap bersikeras untuk menunggu kedatangan wanita itu ke perpustakaan ini. 45 menit berlalu, ketika aku hendak beranjak dari tempat duduk-ku, aku melihat wanita cantik yang aku temui di perpustakaan ini datang. Sungguh senangnya diriku, penantian yang cukup lama demi menunggu wanita itu datang terbalaskan.

Sikapku saat melihat wanita datang tidak spontan langsung menghampirinya begitu saja. Aku menunggu 10 menit, bersabar memberi jeda waktu kepada emosiku. Setelah 10 menit berlalu, Aku menghampirinya. Saat aku datang kepadanya, wanita itu langsung menyambutku dan menyapaku dengan akrab. Suasana akrab menyelimuti pembicaraan hangat antara aku dan dia. Canda dan tawa terselip di antara pembicaraan kita berdua walau aku dan dia baru kedua kalinya bertemu. Pada saat itu juga kita saling memperkenalkan nama kita masing-masing. Dia bernama Karin, mahasiswa komunikasi di kampusku, aktif dalam kegiatan sosial, dan tergabung dalam organisasi mading di kampusku. Banyak hal-hal yang kita bicarakan mulai dari hal serius sampai hal-hal yang terkesan tidak terlalu penting. Kami pun larut dalam pembicaraan sampai lupa akan waktu yang terus berputar mengikuti jalannya rotasi bumi. Akhirnya kami mengakhiri pembicaraan kami dan mulai meninggalkan perpustakaan tempat kami berbincang-bincang. Dia memberikan kontak telpon dan messenger kepadaku. Sungguh Aku senang dan bahagia bisa berbincang-bincang dengannya. Ternyata selain dia baik dan akrab, aku banyak mempunyai kesamaan dalam hal hobi, kebiasaan, dan hal-hal lain.<

Saat itu barulah aku menobatkan dia sebagai first love-ku. Kecantikannya yang menyelimuti kebaikan hatinya yang semakin membuat aku tertarik dengannya.

Pembicaraan aku dengannya kemudian berlanjut lewat suatu messenger ...


- (oleh @Damas_kecil - http://baygoncair.blogspot.com)

14 September 2011

Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: First Love At First Sight

First love at first sight, hmm aku baru merasakannya itu saat cukup mengerti apa arti sebuah cinta. Itu merupakan moment yang terindah yang tak bisa diulangi lagi, hanya sekali se-umur hidup. Emosiku bergejolak, terlepas dari jeratan-jeratan kesedihanku, melompat riang gembira, dan banyak lagi macam-macam ekspresi jiwa kesenangan yang masih banyak dan panjang untuk di deskripsikan. Sungguh betapa senang dan gembiranya hati dan pikiranku saat menemukan first love-ku itu.


Aku menemukan first love-ku saat aku hendak mencari buku referensi di perpustakaan kampusku. Saat hendak mencari sebuah referensi untuk karya tulisanku, Aku melihat seorang wanita yang duduk membaca sebuah buku sembari menikmati alunan lagu yang ada di handphonenya dengan menggunakan headset di meja sebrang. Aku berdecak kagum dengan kecantikannya. Pandanganku tertuju padanya, menghiraukan buku yang ada di genggamanku. Kemudian aku bertanya di dalam hati "apakah ini wanita yang tercantik yang pernah aku lihat?". Saat pandanganku masih tertuju kepadanya, dia melihatku. Betapa terkejutnya aku saat dia melihatku. Aku merasakan kepanikan di hatiku, rasa salah tingkah pun ikut mewarnai kepanikanku, buku yang ada di tanganku terlepas dari genggamanku. Saat dia melihat sikapku yang terbilang panik dan salting itu, dia hanya tersenyum dengan sedikit tawa kecil menghiasi wajahnya. Merasa tidak enak karena sikapku yang tak henti menatapnya, aku pun menghampirinya dan meminta maaf kepadanya. Ku pikir dia akan marah besar, tetapi sikapnya kepadaku berbanding terbalik dengan apa yang aku pikirkan. Dia membalas dengan senyuman manisnya yang terlukis di wajahnya. Saat itulah aku memberanikan diri untuk berkenalan dengannya. Mencoba untuk mengakrabkan satu sama lain. Jujur aku merasa gugup ketika berbicara dengan wanita yang cantik jelita layaknya bidadari cantik yang turun dari langit. Saat mendapatkan sebagian informasi dirinya dari dia sendiri. Aku makin senang, ingin rasanya berteriak sangat keras namun apa dayanya aku bisa berteriak senang di dalam hatiku. Di tengah kesenanganku yang sedang bergejolak itu ada satu hal yang terasa mengganjal di hatiku. Ternyata aku ingat satu hal itu, aku lupa menanyakan siapa namanya. Sontak aku terdiam dan tertawa kecil karena satu hal tersebut. Aku bingung bagaimana caranya supaya aku bisa bertemu dengan dia. Lalu aku teringat pembicaraan dengan dia tadi saat di perpustakaan bahwa dia setiap hari di perpustakaan untuk mencari buku untuk bahan tulisannya di mading kampus. Kemudian aku bersabar menunggu hari esok untuk mencari tau siapa namanya …



- (oleh @Damas_kecil - http://baygoncair.blogspot.com)

13 September 2011

"Aku Mencoba Berjuang Bersama Sebongkah Hatiku: Pengenalan Siapa Aku..."

Pengenalan Siapa Aku…


Di sebuah kost-kostan yang cukup layak untuk ditempati dengan nuansa yang akrab dengan sesama penghuni kost lainnya, di situlah keberadaanku. Aku adalah Adi, 18 tahun mahasiswa kedokteran di suatu universitas di Jakarta. Sehat jiwa dan raga sebagai modal dasar dalam kehidupanku. Sebuah keluarga yang bahagia dan berkecukupan menghiasi interior di kehidupanku. Teman serta sahabat yang baik mendekorasikan sebuah ruangan yang ada di kehidupanku. Imajinasiku melengkapi hidupku. Bersama dialah aku mengkreasikan sebuah pikiran yang terpendam di pikiranku sehingga menjadi karya yang menarik untuk di publikasikan.

Saat menginjak remaja aku pertama kalinya mengenal cinta. Aku belum mengerti jelas apa itu cinta? Mengapa setiap mahluk di dunia membutuhkan cinta? Kenapa sikap seseorang bisa berubah hanya karena cinta? Pertanyaan itu terus membayangi pikiranku, meracuni darah yang mengalir di dalam otakku, dan bersatu di dalam imajinasiku. Kemudian Aku berusaha mempelajari kata demi kata, huruf demi huruf, dan apa makna yang sebenarnya tentang cinta. Seperempat dari masa remajaku kuhabiskan dengan mempelajari apa itu cinta dan saat ini aku cukup mengerti apa arti sebuah cinta. Cinta yang turut mewarnai indahnya kehidupan di dunia ini, memberikan semangat dalam kehidupan, dan memberikan kebahagiaan bagi siapa yang mendapatkan cinta tersebut. Lalu, hati dan pikiranku bersatu dan menciptakan suatu keinginan yang baru. Keinginanku adalah ingin merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai seseorang. Kemudian Aku mencoba memulai dan mencari siapa cintaku yang sebenarnya. Bermodalkan sebongkah hati yang tulus, di sinilah kehidupan cintaku di mulai…


- (oleh @Damas_kecil - http://baygoncair.blogspot.com)