14 September 2011

Peri Bersayap Merah Muda

"Semua hal bisa saja terjadi, bila kamu memang bersungguh-sungguh ingin melakukannya."
 
Benar kata kurcaci itu, akhirnya aku bisa keluar dari hutan cemara setelah mengikuti matahari terbenam. Lalu, sekarang di depanku ada sebuah danau yang cukup besar, apakah aku harus menyebranginya, tapi bagaimana caranya? Ini sudah malam dan tidak ada siapa-siapa di sini, aku harus bagaimana sekarang? Apakah aku harus menunggu sampai pagi dan bermalam di tepi danau ini? Hmm.. Sepertinya memang tak banyak pilihan, baiklah.
Setelah membuat api unggun, akupun teringat akan bola kristal pemberian Merlin, dan sesuai petunjuk cara pemakaiannya, aku pun mulai menggosok bola kristal itu perlahan-lahan sambil membayangkan kenangan-kenangan indah dalam hidupku... Benar saja, tak lama kemudian bola kristal itu bersinar, dan samar-samar aku melihat sosok wanita cantik di sana, seorang puteri yang sedang berada di taman bunga, kulitnya putih, rambutnya hitam dan panjang, dia sedang menari dan bernyanyi diantara taman bunga, siapa gerangan wanita itu? wajahnya masih samar-samar.
"Tuan? Tuan Ksatria?" tiba-tiba suara seorang wanita mengagetkanku
"Waaaaa!! Siapa kamu?" aku dengan sigapnya langsung mengeluarkan pedangku
"Tenang, Tuan, tenang.. Aku hanya kebetulan lewat" ucap wanita itu
Aku terdiam sesaat melihat sosok wanita kecil bersayap merah muda dengan tubuh bersinar berada di hadapanku, dia terlihat seperti seorang peri, tapi peri itu hanya mitos setahuku, dan apakah benar wanita di hadapanku ini peri?
"Jadi, siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu tampak seperti seorang peri?" tanyaku
"Aku memang benar seorang peri, Tuan Ksatria" jawabnya sambil tersenyum
"Lalu, apa yang kau mau dariku?"
"Tidak ada, aku hanya kebetulan lewat sini dan melihatmu sedang menggunakan bola kristal.. Apa kamu sedang mencari sesuatu?"
"Ya, kamu benar peri.. Aku sedang dalam perjalanan mencari teropong ajaib"
"Ooh teropong ajaib.. Kamu bukan orang pertama yang mencarinya, sudah banyak sekali yang mencari teropong itu dan gagal"
"Benarkah? Jadi kamu tau mengenai teropong itu?"
"Ya, tapi tidak terlalu banyak"
"Bisa jelaskan padaku?"
"Hmm.. Apa kamu sungguh-sungguh? Kamu sudah tau akan mencarinya kemana?"
"Ya, aku sungguh-sungguh.. Menurut orang bijak di negaraku, aku harus berjalan menuju barat"
"Baiklah, Tuan Ksatria. Aku jelaskan satu hal padamu.. Kamu akan menempuh perjalanan yang sangat sulit untuk menemukan teropong itu, kamu akan menemui banyak orang-orang hebat, ini adalah suatu petualangan yang akan mengubah hidupmu.."
"Aku sudah siap dengan semua itu"
Peri itu terdiam.. wajahnya tampak kebingungan, seperti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan padaku.
"Kamu tau tuan Ksatria, ini sangat berbeda dengan peperangan yang sering kamu hadapi, ini jauh lebih sulit" kata Peri itu
"Aku tidak takut, aku adalah prajurit terhebat di negaraku"
"Benarkah? Kita lihat saja nanti, apa benar kamu sekuat itu"
"Silakan saja, lalu apa yang harus kulakukan saat ini? Apakah kamu punya petunjuk?"
"Tak banyak yang bisa aku sampaikan padamu.. Tunggulah di tepi danau ini, besok pagi akan ada ada seorang laki-laki tua yang singgah di sini, mintalah padanya untuk membawamu ke seberang danau ini, dia akan memberi tau banyak hal padamu"
Aku terdiam, apakah benar sesulit itu perjalanan menemukan teropong ajaib.. Apakah ini akan benar-benar mengubah hidupku seperti kata sang Peri? Ah, apapun yang terjadi aku harus siap, tekadku sudah bulat.
"Baiklah Peri, aku akan menunggu laki-laki tua itu di sini sampai esok pagi"
"Tuan ksatria, aku melihat kesungguhan di matamu, semoga kamu bisa menemukan teropong itu, ingat kata-kataku ini, gunakanlah hatimu untuk melihatnya, jangan sekali-kali kamu melihat dengan matamu, karena hanya itulah cara untuk menemukan teropong ajaib itu"
"Baiklah Peri, akan kuingat kata-katamu.."
"Semoga semesta membantumu, Tuan Ksatria.."
"Tunggu sebentar, Peri... Aiapa kamu sebenarnya?"
"Aku hanyalah seorang Peri, Tuan Ksatria.. Kadang cinta itu butuh petunjuk, anggap saja jika aku adalah pemberi petunjuk bagi mereka yang ingin jatuh cinta..Dan seperti yang kamu tau, teropong ajaib itu bernama cinta"
Kemudian Peri itu pun terbang melanjutkan perjalanannya kembali, dan aku masih terdiam di tepi danau..
Aku memandang bola kristalku, sedikit kebimbangan muncul dibenakku, apakah aku sanggup? Bagaimana jika aku gagal nanti? Orang-orang seperti apa yang akan aku temui nanti, dan siapakah wanita dalam bola kristal ini? Apakah dia yang aku cari? Jika memang benar dia, ada dimanakah dia? Dan mungkinkah dia adalah tujuan terakhirku dalam perjalanan ini.
"There is only one thing that makes a dream impossible to achieve: the fear of failure." -Paulo Coelho-




~ Oleh @wira_panda

No comments:

Post a Comment