13 September 2011

Aku, Dirimu, Dirinya: Makhluk Tampan di Kelas







Hari ini jadwal kursus bahasa Inggrisku, jam menunjukkan 17.10 itu berarti aku sudah telat 10 menit masuk ke kelas, aku coba berlari menyelusur koridor menuju kelas. Kelas 308 itu kelasku term ini, kucoba mengintip dari kaca untuk memastikan pelajarannya belum dimulai, tetapi aku terkejut.
Saat aku mencoba mengintip, terlihat satu sisi dari ruangan kelas itu, loh kenapa ada seseorang yang bukan salah satu teman sekelasku yang duduk di kursi andalanku itu. Perasaananku bercampur aduk antara bingung mengapa ada orang asing di kelas itu, ragu takut salah masuk kelas dan kesal karena kursiku ada yang mendudukinya.
***
Ternyata ini benar kelas aku, kalau saja guruku tidak memerintahkan aku untuk segera duduk, mungkin sudah aku permasalahkan orang yang duduk di kursi aku. Hanya disana satu-satunya kursi yang kosong, kursi disebelah kursi yang biasanya aku duduki. Mau tidak mau aku harus duduk disana apalagi guruku akan segera memberikan tes dadakan, dimana dalam 10 menit akan dimulai tes tersebut.
Belum hilang rasa panik karena telat serta sebal karena kursiku diambil, aku harus menenangkan pikiran untuk menghadapi tes tersebut. Aku mencoba belajar cepat untuk tes kecil ini. Saat aku membuka-buka diktat, tiba-tiba ada sebuah suara, awalnyaku pikir bukan menuju padaku ternyata itu maksudnya ke aku.
“ Maaf, boleh berdua ngga baca diktatnya. Aku lupa bawa diktat hari ini”
Hah, ternyata orang yang menduduki kursiku itu yang berbicara. Dalam hati aku membatin,  “udah tau mau kursus kok bisa-bisanya ngga bawa diktat” .
Tetapi atas dasar kemanusiaan walaupun aku masih kesal dengannya, aku geser diktat itu sedikit agar dia bisa membacanya. Aku tetap tidak menoleh kepada dia sampai dia kembali berbicara
“ma’kasih ya, oh iya kita belum kenal, Aku Galang”
Sebenernya aku malas untuk mengangkat kepala dan menoleh kepadanya tapi kembali atas nama kesopanan, ku angkat kepalaku dan menoleh kepada dia sambil mengulurkan tangan “ Tasya”
Oh tuhan ternyata dia sangat tampan, aku seketika terkesima dengan ketampanannya. Kalau saja suara guruku yang menyuruh kami menutup diktat karena tes akan segera dimulai, mungkin aku masih terus menatap wajah Galang.
To be continue
Kurasa ku tlah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya…
(Pandangan Pertama-Ran)


(oleh @nongdamay - www.nongdamay.blogspot.com)

No comments:

Post a Comment